Jumat, 20 November 2009

Leave Out All The Rest

"Leave Out All The Rest"

I dreamed I was missing
You were so scared
But no one would listen
Cause no one else cared

After my dreaming
I woke with this fear
What am I leaving
When I'm done here

So if you're asking me
I want you to know

[Chorus]
When my time comes
Forget the wrong that I've done
Help me leave behind some
Reasons to be missed

And don't resent me
And when you're feeling empty
Keep me in your memory

Leave out all the rest
Leave out all the rest
[End Chorus]

Don't be afraid
I've taken my beating
I've shared what I made

I'm strong on the surface
Not all the way through
I've never been perfect
But neither have you

So if you're asking me
I want you to know

[Chorus]
When my time comes
Forget the wrong that I've done
Help me leave behind some
Reasons to be missed

Don't resent me
And when you're feeling empty
Keep me in your memory

Leave out all the rest
Leave out all the rest
[End Chorus]

Forgetting
All the hurt inside
You've learned to hide so well

Pretending
Someone else can come and save me from myself
I can't be who you are

[Chorus]
When my time comes
Forget the wrong that I've done
Help me leave behind some
Reasons to be missed

Don't resent me
And when you're feeling empty
Keep me in your memory

Leave out all the rest
Leave out all the rest

Forgetting
All the hurt inside
You've learned to hide so well

Pretending
Someone else can come and save me from myself
I can't be who you are
I can't be who you are


#yeah, i will.

Rabu, 18 November 2009

Tears and rain

James blunt

"Tears And Rain"

How I wish I could surrender my soul;
Shed the clothes that become my skin;
See the liar that burns within my needing.
How I wish I'd chosen darkness from cold.
How I wish I had screamed out loud,
Instead I've found no meaning.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

How I wish I could walk through the doors of my mind;
Hold memory close at hand,
Help me understand the years.
How I wish I could choose between Heaven and Hell.
How I wish I would save my soul.
I'm so cold from fear.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
Far, far away; find comfort in pain.
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

Tears and Rain.

Tears and Rain.

Far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.


# i was wrong, you such a damn basterds!

Senin, 16 November 2009

Hujan dan saya

Diluar hujan turun begitu derasnya, jam menunjukan pukul 12.37, sekitar 23 menit lagi kelas antropologi saya seharusnya sudah mulai. Entah karena hujan, atau memang jadwal kuliah yang diganti, cuma ada saya seorang diri dikelas.

Ada halilintar dan petir sahut menyahut diluar, air mulai menggenangi jalanan kampus, daun-daun basah terkena air hujan, sedangkan saya sendiri di kelas. Merenung. Melihat hujan dari jendela. Menunggu manusia-manusia lainnya untuk datang ke kelas.

Seandainya tidak ada jadwal kuliah, saya pasti hujan-hujanan seperti kemarin sore. Siapa tau hujan bisa meredakan segala emosi yang sedang berkecamuk di otak saya.

Hujan, jangan berhenti ya. Biar saya bisa menyentuhmu nanti. Hujan, kenapa mereka seperti itu? Tidak tau diuntung. Tidak tau terima kasih. Tidak tau diri.

Hujan, kenapa sesakit ini rasanya. Kenapa saya tidak bisa membenci, sedangkan dengan mudah mereka bisa melakukan itu.
Hujan, kenapa mereka tega menyakiti, padahal selama ini saya hanya berani menyayangi tanpa menyakiti.
Hujan, bisakah saya lari dari mereka. Saya sudah memaafkan dari lubuk hati yang paling dalam, tetapi saya tidak ingin melihat mereka lagi.
Hujan, tolong sadarkan mereka. Sadarkan mereka akan kesalahan mereka.

Hujan, ternyata setelah apa yang mereka lakukan padanya, saya sudah bisa membenci. Saya benci mereka hujan. Saya benci. Sampaikan bahwa saya tidak akan diam lagi. Satu kali lagi mereka berani menyakiti, saya akan balas seribu kali lipat.

Hujan, sampaikan pada TUHAN, balaslah apa yang telah mereka lakukan pada saya dengan memberikan kasih sayang-Nya. Saya tidak ingin sama seperti mereka. Selalu berprasangka buruk. Semoga saya bisa menjadi manusia lebih baik lagi.

Terima kasih hujan.

Bandung, 17 november 2009. 12.55. UPI, GEDUNG FIP, KELAS 3.22.

Rabu, 11 November 2009

District 9 dan tragedi WC

Sebelum mereview film yang saya tonton hari ini, ada sedikit cerita waktu saya nonton hari ini. Begini, kebetulan saya hari ini nonton di ciwalk xxi, karena tempat itu cukup nyaman dan tidak terlalu ramai. Kalau nonton sendiri, saya kurang suka tempat yang penuh, apalagi penuh sama anak SMA. Wualah, ga banget pokoknya kalo pas nonton sendiri, banyak gerombolan anak SMA. Karena mereka biasanya bakalan ribut sendiri dan berasa milikin bioskop sendirian. Ok, cukup tentang anak SMA, bisa-bisa ini postingan akhirnya cuma buat ngebahas anak SMA.

Saya punya rutinitas tersendiri kalo nonton sendiri. Abis beli tiket pasti ke wc. Dan entah kenapa, hari ini saya ke wc 2 kali sebelum nonton. Daan, waktu ke wc yang kedua kalinya, saya salah masuk wc. Yap, saya masuk WC LAKI-LAKI! Dan bodohnya lagi, sampai masuk ke dalamnya. Saya baru sadar itu wc laki-laki waktu liat ada bapa-bapa di dalem wc. Dammit! Saya langsung cepet-cepet keluar dari wc. Dan ternyata diluar ada om-om yang lagi kebingungan ngeliat papan gambar wc, pas dia liat saya keluar cepet-cepet, dia bilang "Tuh kan, ini wc cowo. Salah masuk ya..."

Saya cuma bisa senyum-senyum maksa dan langsung ngacir ke wc cewe. Oalah, malu banget laah. Yang bikin tambah malu, si bapa-bapa yang di dalem wc dan om-om yang ada di depan wc itu satu studio sama saya. Hiyaaa...dan duduknya cuma beda satu row.

Selain tragedi wc, hari ini ada yang beda, banyak yang nonton sendiri selain saya (yipie, berarti ga aneh kan nonton sendirian?) Dari mulai bapa-bapa, teteh-teteh, sampe aa-aa banyak yang nonton sendirian. Termasuk aa-aa yang disebelah saya, ganteng lho, huahahahahaha. Tumben.

Sekarang tentang filmnya. 15 menit awal film ini so boring! Dengan setting kamera seperti film dokumenter, membuat film ini lebih banyak orang bernarasi di depan kamera. Dan ini sangat membosankan buat saya. Tapi mulai menit 30, petualangannya mulai terasa. Selain amaze sama peodusernya (peter jackson:LOTR Trilogy, kingkong), saya juga kagum sama akting pemeran wikus (Sharlto Copley). Film ini hampir sejenis one man show, dimana hampir tiap scene wikus akan ada. Penjiwaan yang pas, luapan emosi yang sangat terasa, dan rasa stress terpancar sangat jelas. Terrific! Ceritanya sendiri ga terlalu spesial. Ada satu kapal induk alien yang datang ke bumi, dan parkir (aliennya canggih, jadi bisa parkir. Hehe) di johanesburg, afrika selatan. Dan jutaan alien yang didalamnya dievakuasi di suatu tempat yang dinamakan district 9. Selama 20 tahun kaum alien ditindas dan dibunuh secara keji. Wikus, seorang agen MNU, sebuah organisasi yang menangani per-alien-an, melakukan misi ke district 9 untuk meminta tanda tangan para alien agar mau dipindahkan ke district 10. Mau tau cerita selanjutnya? Tonton sendiri dong. Film ini sangat telat datang ke bandung, padahal biasanya film box offices akan lebih cepat tayang, tapi tidak yang satu ini. Film ini sudah beredar di luar negeri sejak 1-2 bulan kebelakang dan sudah banyak DVD bajakannya yang berkeliaran.Yah, biar deh, yang penting nonton. Saya recommended film ini untuk ditonton. So, selamat menonton dan jangan salah masuk WC. Huahahahahaha

Selasa, 03 November 2009

Dilema bergigi (hampir) 32

Sekarang umur saya 19 taun, tinggal menghitung bulan saya berumur 20. Dan, ketika kamu bertambah tua, maka gigi yang ada di mulut kamu juga akan bertambah hingga mencapai 32 buah.

Dan saya sedang dalam tahap pertumbuhan gigi yang ke 31 dan ke 32. Saya tidak mempermasalahkan tentang rasa sakit ketika gigi-gigi tersebut muncul. Yang bikin saya kesel, ribetnya punya gigi 32.

Begini maksudnya, ketika gigi kamu bertambah maka gigi kamu yang paling belakang akan sulit dijangkau, baik oleh lidah, sikat gigi, ataupun tusuk gigi. Masalahnya, kadang suka ada makanan yang nyangkut di gigi belakang tersebut, dan sangat mengganggu! Ada 2 masalah kalo saya makan diluar, pertama, jaim. Kedua, bingung cari alat bantu.

Jaim, mana mungkin di depan orang lain saya masukin jari ke mulut atau pake tusuk gigi dengan mulut terbuka lebar. Takut-takut saya ngeganggu mereka dengan tindakan saya. Apalagi kalo ada cowo ganteng, tambah berat aja kadar jaim saya. Saya coba menjangkau si makanan yg tersangkut pake lidah, dan hasilnya mulut saya jadi kram dan bibir tampak seperti orang bengo. Halaah! Dilema sekali.

Kadang, saking mengganggu nya hal ini, saya sampe bela-belain cari wc demi jaga si image.

Laim dari jaim, masalah alat bantu. Karena gigi terakhir itu sangat mepet sama rahang, celahnya itu sangat sempit, dan sulit dijangkau. Pake jari ga mempan, tusuk gigi juga engga, kumur-kumur juga ga guna. Kalo udah kaya gitu saya cuma bisa pasrah sama Allah. Biar takdir yang mutusin apa jadinya sama si makanan nyangkut.